sang pemimpi selanjutnya
Bagaimana berlari sekencang-kencangnya dengan tempo yang sesingkat-singkatnya. (Mario Teguh)
Pengalaman hidup mengajariku banyak hal jatuh,terbangun,jatuh lagi dan terbangun lagi.. Saat ini profesiku sebagai seorang mahasiswa penmat semester 3,tidak ada pencapaian yang bias ku banggakan saat ini, aku hanya bisa bersyukur masih bisa bernafas lega dan tertawa lepas..
Saat ini ku sadari perjalanan hidupku masihlah panjang, aku masih harus terus berjuang melawan kemalasan dan kebodohan agar aku bisa membanggakan mereka kedua orang tuaku suatu saat nanti.. amiiin..
Aku tidak terlahir dari seorang Kartini yang duduk di pemerintahan atau seorang ayah yang berpendidikan tinggi, aku hanyalah seorang gadis biasa yang terlahir dari rahim seorang ibu pedagang kecil beserta ayah seorang petani. Mereka tak pernah lelah mendidik dan mengajariku banyak hal termasuk berusaha sekuat tenaga untuk menyekolahkanku sampai setinggi mungkin. Perjuangan mereka akan membuatku malu jika aku tak bisa jadi apapun suatu saat nanti..
Saat memasuki bangku kuliah aku mengenal dua orang pria, yang pertama kandas setelah berhubungan sekitar tiga bulan alasannya karena aku yang salah dalam mengartikan perasaanku padanya, aku fikir jika dilanjutkanpun akan lebih sakit nantinya tidak hanya untukku tetapi juga untuknya..
Sebulan kemudian, aku bertemu dengan pria yang kedua dan akhir Oktober 2011 kemaren adalah bulan akhir hubungan kita yang telah kita rajut selama sembilan bulan.. Perih memang batinku saat itu, dunia terasa gelap bagiku tanpa dirinya tapi kemudian aku berfikir inilah awal yang baik untuk mimpi-mimpiku yang selama ini sempat tenggelam untuk beberapa saat aku berhubungan dengannya..
Saat aku bersamanya rasanya duniaku terasa menyempit, aku seperti diarahkan hanya untuk menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik.. sebenarnya saat itu aku mengeluh pada ilahi “oh.. tuhan adakah keterampilan lain yang bisa aku lakukan selama hidup yang singkat ini?” aku sempat ingin menyerah pada takdir,mungkin ini jalan hidupku fikirku..
Dan saat ini,rasa sakit yang tergores seperti setitik cahaya yang membuka ruang gelap.. Kini aku hadir dengan diriku yang baru yang ingin hidup lebih baik untuk kedua orang tuaku,kakakku,saudara-saudaraku,sahabat-sahabatku serta yang lainnya orang-orang yang juga aku sayangi..
Mimpi-mimpi Arai, semangat Andrea Hiratta, dan kejeniusan Lintang serasa aku ingin sekali mewujudkannya.. (lascar pelangi banget.. hehe)
Untuk kakak yang tak pernah lelah membimbingku “ Percayalah ,kelak aku tak kan mengecewakanmu lagi.. Percayalah ! suatu saat nanti aku kan menjadi orang hebat” amiiiin..
Aku hanya punya mimpi dan keyakinan sebagai modal utama dalam perjalanan hidupku selanjutnya..
Bismillahirrahmanirrahiim..